Menariknya Tradisi Grebeg Gethuk asli Magelang

Menariknya Tradisi Grebeg Gethuk asli Magelang

Sejauh mana kamu tahu Grebeg Gethuk?

Hai, Gethuk Squad! Indonesia terkenal sekali dengan masyarakay yang memegang erat tradisi. Tradisi yang sangat kental tidak terlepas dari pesan dan budaya masyarakat itu sendiri. Salah satunya adalah tradisi asli Magelang, yatitu Grebeg Gethuk.

Sebagai sebuah tradisi, Grebeg Gethuk memiliki sejarah yang sangat panjang. Adanya tradisi ini tidak semerta-merta terjadi, melainkan terlahir dari sebuah perjuangan dan cerita bangsa Indonesia, terutama masyarakat Magelang, Jawa Tengah.

Jika tidak memahami apa itu Gethuk, maka tidak akan terjadi pemahaman tentang Grebeg Gethuk. Jadi, sebaiknya kita mengenal dulu apa yang namanya Gethuk ya!

Apa itu Gethuk!

Kalau kamu orang Indonesia, pasti kamu udah tahu banget deh apa itu gethuk. Okee deh biar persepsi kita sama tentang gethuk, yuk bareng-bareng kita bahas.

Gethuk adalah makanan asli dan khas Indonesia yang terbuat bahan dasar singkong. Gethuk ini dibuat dengan cara dikukus lalu dihaluskan dengan mesin penggiling. Setelah semuanya menjadi adonan, maka gethuk siap dibentuk.

Menariknya Tradisi Grebeg Gethuk asli Magelang

Pada umumnya, gethuk berbentuk lindri dengan topping parutan kelapa. Kalau kamu makan gethu, sensasi pertama yang ada adalah rasa manis dan gurih yang berpadu menjadi satu. Gurihnya rasa topping kelapa dan manisnya gethuk sendiri menyebabkan rasa gethuk ini sangat pas untuk lidah masyarakat Indonesia.

Sejarah gethuk

Cerita sejarah gethuk ini sangat panjang. Berawal dari penjajahan Jepang, masyarakat Indonesia menderita kurang pangan. Beras yang merupakan makanan pokok menjadi sangat langka pada saat itu.

Masyarakat memilih menggunakan bahan baku lainnya untuk dibuat bahan makanan. Pada saat itu, di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Magelang, terdapat banyak sekali singkong. Akhirnya, mereka menggunakannya sebagai bahan makanan utama.

Tapi, karena dirasa singkong ini sudah tidak menarik lagi untuk menjadi makanan keseharian, banyak orang yang mencari inisiatif dan menemukan resep terbaru agar singkong ini bisa menjadi makanan special yang tidak membosankan.

Akhirnya, pada saat yang sama, Mbah Ali Mochtar berhasil menemukan inovasi singkong menjadi gethuk. Melalui proses yang panjang, beliau juga berhasil dalam menemukan ide untuk membuat alat penggiling agar proses pembuatan gethuk ini menjadi lebih efektif. Akhirnya, mesin penggiling pun berhasil ditemukan.

Sejak saat itulat masyarakat mulai gencar membuat gethuk untuk mempertahankan hidup mereka.

Seiring dengan perkembangan zaman, gethuk tidak hanya dikenal oleh masyarakat Magelang saja, tapi menyebar ke seluruh jawa, terutama Jawa Timur.

Menariknya Tradisi Grebeg Gethuk asli Magelang

Filosofi gethuk

Gethuk, sesuai dengan bahan bakunya yang berupa singkong, melambangkan keadaan yang sederhana dan potensi bangsa Indonesia untuk menggunakan kreativitas dalam berbagai macam situasi. Dengan demikian, gethuk sendiri sudah berhasil mewakili keperibadian bangsa Indonesia yang sederhana dan penuh samangat.

Pada dasarnya, Gethuk Singkong adalah makanan yang melambangkan kesederhanaan, lapang dada, menerima apa adanya, dan jauh dari sikap boros.

Hal ini bukan hanya cerminan dari keadaan masyarakat Indonesia pada masa itu, akan tetapi juga mengarah pada keadaan masa kini. Pada saat penjajahan, harga sembako yang selangit dan terlampau mahal menjadikan masyarakat Indonesia tidak mempunyai kemampuan untuk membel bahan sembako ini. Alhasil, singkonglah yang menjadi bahan utama untuk membuat makanan.

Bahkan saat ini pun banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa makan dan mengusahakan makanan yang standard. Dalam kata lain, makanan yang mereka makan jauh di bawah standard.

Untuk itulah, adanya gethuk yang dicap sebagai makanan khas Indonesia ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa kita harus bersyukur walapun hanya bisa makan makanan yang standard saja. Lebih dari itu, dengan gethuk inilah masyarakat Indonesia bisa bersatu dalam kesederhanaan.

Jadi, masyarakat Indonesia akan selalu bersikap rendah hati dan kreatif dalam membuat apapun dengan hasil yang berbeda-beda. Potensi diri inilah yang bisa menjadi tolak ukur bahwa bangsa Indonesia bisa menempatkan diri dalam keadaan dan situasi apapun.

Grebeg Gethuk Magelang

Tradisi Grebeg Gethuk ini adalah tradisi asli masyarakat Magelang. Tradisi ini biasanya dilakukan pada waktu puncak peringatan hari jadi Kota Magelang.

Menariknya Tradisi Grebeg Gethuk asli Magelang

Pada dasarnya, grebeg gethuk ini dilakukan untuk memperingati bahwasanya Gethuk adalah makanan khas daerah Magelang dan perlu dilestarikan. Dengan demikian, masyarakat Indonesia terutama dari Magelang tidak akan lupa dengan makanan daerah ini.

Dalam perayaan itu, masyarakat menyelenggarakannya dengan menyajikan dua buah gunungan yang terdiri dari jumlah umur kota Magelang sendiri.

Selain itu, dalam hal lain, perayaan ini terdiri dari dua gunungan yang tersusun berbeda. Pertama, ada bentuk lancip yang melambangkan jaler (pria) dan satu lainnya berbentuk bulat sebagai symbol dari setri (perempuan).

Lebih dalam lagi, bukan hanya melambangkan perempuan, gunungan bulat ini melambangkan khas Kota Magelang. Yaitu tower di alun-alun Kota Magelang. Di sisi lain, bentuk lancip ini juga merupakan lambing khas dari gunung Tidar yang menjadi icon Kota Magelang. Jadi, kesimpulannya, semua symbol tersebut mengacu pada visualisasi Kota Magelang yang khas.

Menurut kamu, apakah arti sepotong gethuk?

Mau tahu inovasi gethuk terbaru jaman now? Yuk baca Oh My Gethuk!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *